Membaca Ulang Marhaenisme dalam Diskursus Ekologi Politik

Rekonstruksi Keadilan Agraria dan Kedaulatan Pangan Kontemporer

Authors

  • Aditya H. Purba Universitas Jambi Author

DOI:

https://doi.org/10.23031/3chakb57

Keywords:

Marhaenisme, Ekologi Politik, Konflik Agraria, Kedaulatan Pangan, Sosio-Demokrasi Ekologis

Abstract

Ketimpangan penguasaan lahan dan eskalasi konflik agraria di Indonesia mengindikasikan bahwa komodifikasi ruang hidup semakin tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk membaca ulang pemikiran Marhaenisme yang selama ini kerap diarsipkan sekadar sebagai artefak politik historis, untuk ditransformasikan menjadi kerangka teoretis kritis dalam diskursus ekologi politik kontemporer. Menggunakan metode kualitatif berbasis analisis wacana kritis (critical discourse analysis) dan studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji titik temu antara gagasan awal Soekarno mengenai pembelaan terhadap kaum Marhaen dengan konsep-konsep ekologi politik seperti accumulation by dispossession dan asimetri relasi kuasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonseptualisasi Sosio-Nasionalisme dan Sosio-Demokrasi melahirkan sebuah tawaran sintesis berupa Sosio-Demokrasi Ekologis, yang menempatkan keadilan sosial dan keadilan lingkungan dalam satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Paradigma ini merombak logika pembangunan pangan nasional berorientasi korporasi (food estate) menuju penguatan kedaulatan petani gurem berbasis agroekologi dan pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas.

References

BPS. (2023). Hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap I. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Bourchier, D. (2015). Illiberal Democracy in Indonesia: The Ideology of the Family State. London: Routledge.

Bryant, R. L., & Bailey, S. (1997). Third World Political Ecology. London: Routledge.

Feith, H. (1962). *The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press.

Harvey, D. (2003). The New Imperialism. Oxford: Oxford University Press.

Konsorsium Pembaruan Agraria. (2024). Laporan Catatan Akhir Tahun KPA: Catatan Konflik Agraria dan Perjuangan Hak atas Tanah di Indonesia*. Jakarta: KPA.

Lucas, A., & Warren, C. (2013). Land for the People: The State and Agrarian Conflict in Indonesia. Athens: Ohio University Press.

McMichael, P. (2013). Food Regimes and Agrarian Questions. Halifax: Fernwood Publishing.

Ostrom, E. (1990). Governing the Commons: The Evolution of Institutions for Collective Action. Cambridge: Cambridge University Press.

Peluso, N. L., & Lund, C. (2011). New frontiers of land control: Introduction. Journal of Peasant Studies, 38(4), 667-681.

Rachman, N. F. (2012). Rantai Penjelas Cengkeraman Kapitalis pada Agraria Indonesia. Yogyakarta: Insist Press.

Soekarno. (1952). Soal Pangan adalah Soal Hidup Matinya Suatu Bangsa (Pidato Peletakan Batu Pertama Fakultas Pertanian UI Bogor). Jakarta: Kementerian Penerangan RI.

Soekarno. (1963). Di Bawah Bendera Revolusi (Jilid I & II). Jakarta: Panitia Penerbit Di Bawah Bendera Revolusi.

Soekarno. (2004). Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Soekarno di Depan Pengadilan Negeri Bandung 1930. Jakarta: Hatta Foundation. (Karya asli diterbitkan 1930).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104.

Wiradi, G. (2009). Metodologi Penelitian Agraria: Panduan Bagi Praktisi. Yogyakarta: STPN Press.

Published

2026-10-10

Issue

Section

Journal Article

How to Cite

Membaca Ulang Marhaenisme dalam Diskursus Ekologi Politik: Rekonstruksi Keadilan Agraria dan Kedaulatan Pangan Kontemporer. (2026). Marhaenistic Journal of Social Justice, 1(1), 80-94. https://doi.org/10.23031/3chakb57