Aktualisasi Marhaenisme sebagai Kerangka Interpretasi Konstitusional dalam Demokrasi Indonesia Kontemporer

Authors

  • Matthew Owen van Fredlian Faculty of Law Udayana University Author
  • I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa Faculty of Law Udayana University Author
  • I Kadek Rici Wirda Prayoga Faculty of Law Udayana University Author

DOI:

https://doi.org/10.23031/km8xc448

Keywords:

Demokrasi, Keadilan Sosial, Kedaulatan Rakyat, Konstitusi, Marhaenisme

Abstract

Tatanan konstitusi Indonesia menempatkan keadilan sosial sebagai nilai dasar bernegara, namun praktik demokrasi kontemporer menunjukkan gejala kemunduran substantif yang ditandai konsentrasi kekuasaan ekonomi dan politik pada kelompok elite yang terbatas. Penelitian ini mengembangkan marhaenisme, khususnya konsep sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi Sukarno, menjadi kerangka interpretasi. Kerangka tersebut digunakan untuk membaca Pasal 33 UUD 1945. Kerangka tersebut juga digunakan untuk mengevaluasi kesenjangan antara demokrasi prosedural dan kedaulatan rakyat substantif di Indonesia saat ini. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan historis. Bahan hukum primer yang dianalisis meliputi UUD 1945 serta tulisan asli Sukarno dalam Dibawah Bendera Revolusi dan Indonesia Menggugat. Penelitian juga menggunakan biografi Sukarno oleh Cindy Adams dan literatur akademik mengenai marhaenisme sebagai ideologi maupun sistem simbolik. Hasil kajian menunjukkan, pertama, bahwa kritik struktural Sukarno atas kapitalisme dan imperialisme kolonial menyediakan kosakata konseptual yang kemudian mengkristal menjadi sosio-demokrasi. Kedua, sosio-demokrasi menuntut demokrasi ekonomi berdampingan dengan demokrasi politik. Prinsip tersebut memberikan dasar penafsiran atas Pasal 33 sebagai pembatas konstitusional terhadap konsentrasi cabang produksi penting pada kelompok elite yang terbatas. Namun, kategori pemikiran Sukarno tidak dapat diperlakukan sebagai teori jadi tentang oligarki kontemporer. Ketiga, simbol Marhaen berfungsi sebagai struktur evaluatif yang mampu menamai kesenjangan antara demokrasi prosedural dan rakyat substantif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reaktualisasi marhaenisme melalui sumber tekstual aslinya memberikan kerangka interpretatif yang khas Indonesia. Kerangka tersebut dapat digunakan untuk analisis konstitusional dan evaluasi kualitas substantif demokrasi Indonesia. Penelitian selanjutnya dapat mengujinya terhadap undang-undang atau putusan Mahkamah Konstitusi tertentu.

 

References

Adams, Cindy. Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Diterjemahkan oleh Syamsu Hadi. Edisi Revisi. Yogyakarta: Media Pressindo dan Yayasan Bung Karno, 2019.

Ahmad Redi. "Dinamika Konsepsi Penguasaan Negara Atas Sumber Daya Alam." Jurnal Konstitusi 12, no. 2 (2016): 391–414. https://doi.org/10.31078/jk12210.

Badan Pengawas Pemilihan Umum. "Bagja Soroti Transformasi Oligarki dalam Demokrasi Indonesia." 10 Juni 2026. https://www.bawaslu.go.id/id/berita/bagja-soroti-transformasi-oligarki-dalam-demokrasi-indonesia.

Firdaus, Fahmi Ramadhan, Ratih Listyana Chandra, dan Christo Sumurung Tua Sagala. "Meaningful Participation as People's Sovereignty Form in Democratic Rule of Law State." Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 31, no. 2 (2024): 337–57. https://doi.org/10.20885/iustum.vol31.iss2.art5.

INAnews. "Hukum Jadi Senjata Oligarki, Demokrasi Tinggal Nama." 27 Maret 2026. https://www.inanews.co.id/2026/03/hukum-jadi-senjata-oligarki-demokrasi-tinggal-nama/.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 001-021-022/PUU-I/2003. Diputus 15 Desember 2004.

Marhaen, Ruskana Putra. "Belajar Memahami Marhaenisme." Jurnal Pembumian Pancasila 2, no. 1 (2022): 20–34.

Redaksi. "Meluruskan Makna Demokrasi." Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum 1, no. 1 (2014): 192–95.

"Politik Indonesia di Bawah Bayang-Bayang Post-Fasisme?" Rakyat Sulsel, 25 Agustus 2026. https://rakyatsulsel.fajar.co.id/2026/08/25/politik-indonesia-di-bawah-bayang-bayang-post-fasisme/.

Pratama, Febri Fajar, Ai Kusmiati Asyiah, dan Deni Chandra. "Studi Analisis Konsep Ideologi Marhaenisme Sukarno Sebagai Asas Perjuangan Bangsa Indonesia." Jurnal Kewarganegaraan 19, no. 1 (2022): 49–65. https://doi.org/10.24114/jk.v19i1.33301.

Putra, Isrofil Amar Dharma, dan Salman Shahzad. "Marhaenism as a Symbolic System in the Perspective of Ernst Cassirer: A Study of Indonesian Political Culture." Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial 10, no. 1 (2026): 17–39. https://doi.org/10.30762/asketik.v10i1.3227.

Raeinady, Vhiasyah, dan Jagad Aditya Dewantara. "Pemikiran Soekarno dalam Ajaran Marhaenisme." Jurnal Kewarganegaraan 5, no. 2 (2021): 457–66.

Sukarno. "Azas; Azas Perjoangan; Taktik." Dalam Dibawah Bendera Revolusi, Jilid 1, disunting oleh Sigit Parikesit, 271–74. Jakarta: Banana Books, 2016.

Sukarno. "Demokrasi-Politik dan Demokrasi-Ekonomi." Dalam Dibawah Bendera Revolusi, Jilid 1, disunting oleh Sigit Parikesit, 139–43. Jakarta: Banana Books, 2016.

Sukarno. "Marhaen dan Proletar." Dalam Dibawah Bendera Revolusi, Jilid 1, disunting oleh Sigit Parikesit, 274–76. Jakarta: Banana Books, 2016.

Sukarno. Indonesia Menggugat: Pledoi di Muka Landraad Bandung, 18 Agustus 1930. Jakarta: Departemen Penerangan Republik Indonesia, t.t.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Winters, Jeffrey A. Oligarchy. Cambridge: Cambridge University Press, 2011.

Published

2026-10-10

Issue

Section

Journal Article

How to Cite

Aktualisasi Marhaenisme sebagai Kerangka Interpretasi Konstitusional dalam Demokrasi Indonesia Kontemporer. (2026). Marhaenistic Journal of Social Justice, 1(1), 95-110. https://doi.org/10.23031/km8xc448